Testimony about My Beloved Baby Sister ( also in Indonesian )

wpid-img-20140226-wa0000.jpgMerry Chiang is my youngest sister. She’s 33 years old now and my baby sister has just got married last Sunday. I’m so happy for her. I just can’t wait to tell the world about her and her miracles.

Merry Chiang adalah adik saya yang paling kecil. dia sekarang berumur 33 tahun dan baru saja menikah hari Minggu kemarin. saya sangat bahagia dan tidak sabar menunggu mengabarkan pada semua orang tentag hari bahagia ini beserta mujizat yang sudah dia alami.

Merry was born with genetic disease and it’s called SMA. Usually boys who get it not girls. Her chromosome that I forgot what number which help our body processing the intake protein to be absorbed by our body is not working. The doctor said that she can only survive until by the age of 12/ 13 years old at maximum. That makes sense because the body never receives protein. So the the doctor predicted that her weakness would go up slowly from her leg up to her lung then when it hit her lung then she would be out of breath and gone.

Merry dilahirkan dengan penyakit yang namanya SMA. Pada umumnya penyakit ini menyerang anak laki-laki bukan anak perempuan. Kromosom dalam tubuhnya yang ke berapa saya lupa yang membantu memproses mencerna protein yang masuk ke dalam tubuh dan diserap itu tidak berfungsi. Para dokter berkata bahwa umurnya tidak akan melewati 12 atau 13 tahun. Itu masuk akal karena tubuh Merry tidak pernah dapat mencerna protein untuk diserap dalam tubuhnya. Para dokter memprediksikan kelemahan tubuhnya akan naik dari kaki ke atas dan kalau sudah mencapai paru-parunya dia akan tersenggal-senggal dan meninggal.

So none of our family told her this. We waited and waited and nothing like the doctor predicted happened. Then along the way we forgot about it and nothing happened. But she acknowledged later on as she grew older.

Kami sekeluarga tidak ada yang berani memberitahu dia tentang ini. Kami menunggu dan menunggu akan apa yang dikatakan dokter akan menjadi kenyataan. Kemudian dengan sejalannya waktu kita lupa dan memang tidak terjadi apa-apa. Tapi waktu dia bertumbuh remaja dia mulai mengeitahu apa sesungguhnya penyakitnya.

For your information she grew up as a very sweet and lovable girl. She’s super nice, friendly to every one and hard worker ( she helps our daddy in his company ). All her friends love  her so much. She is a counselor for her friends even for the married ones. She has an intimate relationship with God that is why she has such wisdom and good characters. She reflects God’s love through her life. She is even a motivator for some people. For example, one day she had a therapy in the hospital and  she met a surgeon who just got stroke three months before. He said to her that last year he still practiced surgery but then he was handy capped. If he was injected to be dead he actually did not mind because he felt useless. Then, Merry said,” Sir, you couldn’t walk only for the last three months, right? I couldn’t walk since I was born ,you know.” And he was quiet and Merry offered to pray for him and he cried. God touched him through her.

Merry bertumbuh menjadi anak yang sangat manis dan menyenangkan. Dia sangat baik, ramah kepada siapapun dan seorang pekerja keras ( dia bekerja membantu papi kami di perusahaannya) Semua teman-temannya menyayangi dia. Dia seperti konselor di mata mereka termasuk yang sudah menikah padahal saat itu Merry belum menikah. Dia mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan dan karena itu dia berhikmat dan mempunyai karakter yang baik. Dia memancarkan kasih Tuhan melalui hidupnya. Contohnya, suatu hari Merry bertemu dengan dokter ahli bedah yang baru terkena stroke tiga bulan sebelumnya. Dokter ini berkata bahwa tahun lalu dia masih dapat mengoprasi pasiennya tapi sekarang dia lumpuh. Jikalau dia disuntik matipun dia tidak keberatan karena sudah merasa tidak berguna. Kemudian Merry berkata,” Om, baru tidak bisa berjalan kan baru tiga bulan terakhir kan? Saya ini lho sudah tidak dapat berjalan sejak lahir.” Kemudian dokter ini terdiam dan Merry menawarkan diri untuk mendoakan dia dan dia menangis. Tuhan menjamah dokter tersebut melalui Merry.

One day there were three similar scenes happened in two weeks when she was around 24 years old. First, she heard a testimony of one servant of God who already 80 years old. This guy was born  with defected heart so he got many heart attacks but he did not die until he was 12 then he received Jesus as his personal savior and his God then he was healed until he was already reached 80 at that time.

Suatu hari, ada tiga kejadian yang berhubungan satu sama lain dalam kurun waktu dua minggu dan itu waktu Merry berumur sekitar 24 tahun. Pertama, dia mendengar kesaksian tentang ada satu pendeta yang umurnya sudah 80 pada saat itu

Secondly, suddenly my mom mentioned that her age was not supposed to pass 12 / 13 years old but she did not take it seriously. Then the third thing was she happened to move her mandarin lesson in the class where there were some doctors for acupuncture. And they asked why she was on the wheel chair. So she explained about the SMA thing to them. They were surprised because they said they knew that people who suffer genetic disease does not survive over 12 / 13 years old.

Kejadian ke dua mami saya tiba-tiba menyeletuk kepada Merry kalau semestinya umur Merry tidak dapat melewati 12 / 13 tahun tapi Merry tidak begitu menanggapi dengan serius. Ketiga, suatu hari Merry pindah les Mandarin di tempat lain yang mana teman-teman sekelasnya adalah dokter-dokter tusuk jarum. Mereka bertanya kepada Merry mengapa dia memakai kursi roda. Merry menjelaskan tentang hal penyakit SMA kepada mereka. Mereka terkejut karena mereka tahu kalau orang yang menderita penyakit genetik tidak dapat hidup melebihi umur 12 /13 tahun.

She went home and pray asking God why those two weeks she got those similar messages. Then God ask her, ” Do you remember when you were baptized and received Me ( Jesus) as your savior and God?” The she answered, ” Twelve” and God answered, “There you know your answer why you survived until now.”

Merry pulang dan berdoa kepada Tuhan mengapa dia mendapat tiga kejadian yang mirip-mirip dalam dua minggu. Kemudian Tuhan menjawab,” Kamu ingat tidak kapan kamu dibabtis dan menerima Aku (Yesus) sebagai Tuhan dan Aku  sebagai Juru Selamat?” Kemudian Merry menjawab,” 12 tahun.” Dan Tuhan menjawab,” Nah sekarang kamu sudah tahu jawabannya mengapa kamu bertahan sampai sekarang.”

So all this time, she is a walking miracle. She never experienced everything what the doctor predicted long time ago. I praise God for giving her a wonderful and kind hearted husband, His name is Markus Suteja and his family is also full of love and cares, not to mention faithful to God who loves my baby sister with the way she is. Above all, that is the answer of her prayer for a future husband few years ago. Finally, it came to pass.

Jadi selama ini, dia adalah mujizat yang berjalan. Dia tidak pernah mengalami apa yag sudah diramalkan dokter-dokter beberapa tahun yang lalu. Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan suami yang sangat baik dan luar biasa dan yang juga setia kepada Tuhan dan mengasihi adik saya apa adanya. Itu semua adalah hasil doa Merry dari beberapa tahun yang lalu untuk pasangan hidupnya. Akhirnya ini digenapi.

Thank you Lord for your favor for my lovely sister, Merry. And to you be the glory. Amen.

Terima Kasih Tuhan atas perkenananMu kepada adik saya tercinta, Merry dan segala kemuliaan hanya untukMu. Amin.

All of us from both sides of the families.

wpid-P2231798-1.JPGWarren and I with the parents of the groom.

wpid-P2231594.JPGWith our parents and our middle sister and her husband.

wpid-P2231605.JPGAll Gowns: Nancy&Warren Couture ; Decoration: Steve Decor

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>