Category "Events"

Pretty Wedding

wpid-c360_2014-03-24-07-34-02-338.jpg

Hi all,

It’s been a while I haven’ t wrote anything due to technical problem. Thanks to Benny who patiently help me to make this blog possible again.

In this wedding I accidentally met my best friends. Since we rarely meet nowadays due to busy schedule. There are always some things to catch up between us. Always miss them all.

This time I wear a nude organza mid dress with red embroidery as details. I don’t wear red that often. But I like the combination of nude and red.

wpid-c360_2014-03-23-20-48-49-192.jpg

 

wpid-c360_2014-03-23-20-44-47-189.jpg

wpid-c360_2014-03-23-20-48-07-492.jpg

I can’t help not to take a picture if these little girls. Look at them. They’re like posing professionally. Hahahaha. So cuteeee…

wpid-20140323_200835.jpg

wpid-c360_2014-03-24-07-35-12-483.jpg

wpid-c360_2014-03-24-07-34-36-259.jpg

Location: Shangrilla Hotel. My dress: Nancy & Warren Couture

 

Testimony about My Beloved Baby Sister ( also in Indonesian )

wpid-img-20140226-wa0000.jpgMerry Chiang is my youngest sister. She’s 33 years old now and my baby sister has just got married last Sunday. I’m so happy for her. I just can’t wait to tell the world about her and her miracles.

Merry Chiang adalah adik saya yang paling kecil. dia sekarang berumur 33 tahun dan baru saja menikah hari Minggu kemarin. saya sangat bahagia dan tidak sabar menunggu mengabarkan pada semua orang tentag hari bahagia ini beserta mujizat yang sudah dia alami.

Merry was born with genetic disease and it’s called SMA. Usually boys who get it not girls. Her chromosome that I forgot what number which help our body processing the intake protein to be absorbed by our body is not working. The doctor said that she can only survive until by the age of 12/ 13 years old at maximum. That makes sense because the body never receives protein. So the the doctor predicted that her weakness would go up slowly from her leg up to her lung then when it hit her lung then she would be out of breath and gone.

Merry dilahirkan dengan penyakit yang namanya SMA. Pada umumnya penyakit ini menyerang anak laki-laki bukan anak perempuan. Kromosom dalam tubuhnya yang ke berapa saya lupa yang membantu memproses mencerna protein yang masuk ke dalam tubuh dan diserap itu tidak berfungsi. Para dokter berkata bahwa umurnya tidak akan melewati 12 atau 13 tahun. Itu masuk akal karena tubuh Merry tidak pernah dapat mencerna protein untuk diserap dalam tubuhnya. Para dokter memprediksikan kelemahan tubuhnya akan naik dari kaki ke atas dan kalau sudah mencapai paru-parunya dia akan tersenggal-senggal dan meninggal.

So none of our family told her this. We waited and waited and nothing like the doctor predicted happened. Then along the way we forgot about it and nothing happened. But she acknowledged later on as she grew older.

Kami sekeluarga tidak ada yang berani memberitahu dia tentang ini. Kami menunggu dan menunggu akan apa yang dikatakan dokter akan menjadi kenyataan. Kemudian dengan sejalannya waktu kita lupa dan memang tidak terjadi apa-apa. Tapi waktu dia bertumbuh remaja dia mulai mengeitahu apa sesungguhnya penyakitnya.

For your information she grew up as a very sweet and lovable girl. She’s super nice, friendly to every one and hard worker ( she helps our daddy in his company ). All her friends love  her so much. She is a counselor for her friends even for the married ones. She has an intimate relationship with God that is why she has such wisdom and good characters. She reflects God’s love through her life. She is even a motivator for some people. For example, one day she had a therapy in the hospital and  she met a surgeon who just got stroke three months before. He said to her that last year he still practiced surgery but then he was handy capped. If he was injected to be dead he actually did not mind because he felt useless. Then, Merry said,” Sir, you couldn’t walk only for the last three months, right? I couldn’t walk since I was born ,you know.” And he was quiet and Merry offered to pray for him and he cried. God touched him through her.

Merry bertumbuh menjadi anak yang sangat manis dan menyenangkan. Dia sangat baik, ramah kepada siapapun dan seorang pekerja keras ( dia bekerja membantu papi kami di perusahaannya) Semua teman-temannya menyayangi dia. Dia seperti konselor di mata mereka termasuk yang sudah menikah padahal saat itu Merry belum menikah. Dia mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan dan karena itu dia berhikmat dan mempunyai karakter yang baik. Dia memancarkan kasih Tuhan melalui hidupnya. Contohnya, suatu hari Merry bertemu dengan dokter ahli bedah yang baru terkena stroke tiga bulan sebelumnya. Dokter ini berkata bahwa tahun lalu dia masih dapat mengoprasi pasiennya tapi sekarang dia lumpuh. Jikalau dia disuntik matipun dia tidak keberatan karena sudah merasa tidak berguna. Kemudian Merry berkata,” Om, baru tidak bisa berjalan kan baru tiga bulan terakhir kan? Saya ini lho sudah tidak dapat berjalan sejak lahir.” Kemudian dokter ini terdiam dan Merry menawarkan diri untuk mendoakan dia dan dia menangis. Tuhan menjamah dokter tersebut melalui Merry.

One day there were three similar scenes happened in two weeks when she was around 24 years old. First, she heard a testimony of one servant of God who already 80 years old. This guy was born  with defected heart so he got many heart attacks but he did not die until he was 12 then he received Jesus as his personal savior and his God then he was healed until he was already reached 80 at that time.

Suatu hari, ada tiga kejadian yang berhubungan satu sama lain dalam kurun waktu dua minggu dan itu waktu Merry berumur sekitar 24 tahun. Pertama, dia mendengar kesaksian tentang ada satu pendeta yang umurnya sudah 80 pada saat itu

Secondly, suddenly my mom mentioned that her age was not supposed to pass 12 / 13 years old but she did not take it seriously. Then the third thing was she happened to move her mandarin lesson in the class where there were some doctors for acupuncture. And they asked why she was on the wheel chair. So she explained about the SMA thing to them. They were surprised because they said they knew that people who suffer genetic disease does not survive over 12 / 13 years old.

Kejadian ke dua mami saya tiba-tiba menyeletuk kepada Merry kalau semestinya umur Merry tidak dapat melewati 12 / 13 tahun tapi Merry tidak begitu menanggapi dengan serius. Ketiga, suatu hari Merry pindah les Mandarin di tempat lain yang mana teman-teman sekelasnya adalah dokter-dokter tusuk jarum. Mereka bertanya kepada Merry mengapa dia memakai kursi roda. Merry menjelaskan tentang hal penyakit SMA kepada mereka. Mereka terkejut karena mereka tahu kalau orang yang menderita penyakit genetik tidak dapat hidup melebihi umur 12 /13 tahun.

She went home and pray asking God why those two weeks she got those similar messages. Then God ask her, ” Do you remember when you were baptized and received Me ( Jesus) as your savior and God?” The she answered, ” Twelve” and God answered, “There you know your answer why you survived until now.”

Merry pulang dan berdoa kepada Tuhan mengapa dia mendapat tiga kejadian yang mirip-mirip dalam dua minggu. Kemudian Tuhan menjawab,” Kamu ingat tidak kapan kamu dibabtis dan menerima Aku (Yesus) sebagai Tuhan dan Aku  sebagai Juru Selamat?” Kemudian Merry menjawab,” 12 tahun.” Dan Tuhan menjawab,” Nah sekarang kamu sudah tahu jawabannya mengapa kamu bertahan sampai sekarang.”

So all this time, she is a walking miracle. She never experienced everything what the doctor predicted long time ago. I praise God for giving her a wonderful and kind hearted husband, His name is Markus Suteja and his family is also full of love and cares, not to mention faithful to God who loves my baby sister with the way she is. Above all, that is the answer of her prayer for a future husband few years ago. Finally, it came to pass.

Jadi selama ini, dia adalah mujizat yang berjalan. Dia tidak pernah mengalami apa yag sudah diramalkan dokter-dokter beberapa tahun yang lalu. Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan suami yang sangat baik dan luar biasa dan yang juga setia kepada Tuhan dan mengasihi adik saya apa adanya. Itu semua adalah hasil doa Merry dari beberapa tahun yang lalu untuk pasangan hidupnya. Akhirnya ini digenapi.

Thank you Lord for your favor for my lovely sister, Merry. And to you be the glory. Amen.

Terima Kasih Tuhan atas perkenananMu kepada adik saya tercinta, Merry dan segala kemuliaan hanya untukMu. Amin.

All of us from both sides of the families.

wpid-P2231798-1.JPGWarren and I with the parents of the groom.

wpid-P2231594.JPGWith our parents and our middle sister and her husband.

wpid-P2231605.JPGAll Gowns: Nancy&Warren Couture ; Decoration: Steve Decor

Keira 1st birthday Enchanted Garden

Once again our beloved customer plus best friend, Sally’s having a beautiful party but this time is for her super duper adorable baby Keira.
image

Warren, Sally and me.

image

image

Sally’s still beautiful even she’s already pregnant with a second child. She’s wearing a long chiffon dress with crystals gold chain as an off shoulder neckline from Nancy&Warren Couture.

image

Sally’s mom, ineke. Both mom and daughter are my best friends.

image

Sally’s best friends and me.

image

The mommies gank.

image

image

Warren, me, Jessica ( our beloved Singaporean fashion designer friend )Camera 360

The girl beside in the middle is also my fashion designer’s friend: Peggy Hartanto

image

image

Lady Pastor Agnes Maria from Happy Family Church, Mrs. Chien-Chien, Sally, ineke and me.

image

image

Sally’s cousin, Irene with her kids.

image

My family and partners.

image

Adorable Keira who enjoys playing by herself. Looks so serious.  Hahaha. I miss her already.

image

Keira’s baby friend having a nail polish at th kids corners.  So cuuute.

image

image

One of the games that involves parents.

image

image

Kids table before attacked by many kids :)

image

image

Sweet corner.

image

image

Location: D’ Sumatra.

Lita and Shen2 wedding

It’s another wedding party that Nancy&Warren have to attend.
Warren’s wearing white beaded lace bodice and traditional batik long dress. I’m wearing a dark gold sequin bomber jacket and long black tulle wide pants. I look very conservative,  right? Ellyna’s wearing white beaded cord lace bodice and black thai silk pleated skirt.

image

image

On Warren and Ellyna: dress (Nancy&Warren Couture)
On me: Sequin bomber jacket (Sportsgirl-Australia) and wide tulle pants (Nancy&Warren Couture)

Miss World 2013 Top Model

Dear all of my beloved readers,

I’d like to apologize for the super late post of the Miss World event due to technical problem with my account. Thank you for always following up with this blog. I’m so glad I can share my adventure with all of you. Here’s one of my awesome journey as a fashion designer.

For few days after the first fitting, Warren and I were nervous waiting for the exact date for the Top Model event since the rest of the events had to move from Jakarta to Bali. Luckily we could change all the tickets and the hotel reservations. Finally the “D” day came.

As I mentioned before in my previous post that we dressed three contestants from France, Denmark and Bermuda. We were so happy to see them so pretty and tall that would make our dresses to stand out even better.

Warren, Ellyna and I are one team who always compliment each other in our designs.

20131024-172610.jpg

Preparation backstage

Miss France with the hair-dresser getting the hair-piece on.

20131024-172310.jpg

20131006-133559.jpg

20131024-172744.jpg

Warren with Malene Riis Sorensen ( Miss Denmark)

20131024-180313.jpg

1395870_546579072088668_905681559_n1380074_549859408427301_1964753494_n

Warren & me with Marine Lorphelin ( Miss France) during last fitting.

20131024-180901.jpg

1186166_448260668625745_1296229858_n1011914_448261275292351_196956954_n

Our beautiful jewelry designer Yuling (Le Ciel) with Katherine Arnfield (Miss Bermuda)

20131024-182427.jpg

20131024-180712.jpg

1236438_428947410561035_1793364320_nMiss World 2013 Top Model Show

20131024-184328.jpg

20131024-184451.jpg

20131024-184605.jpg

20131024-184728.jpg

20131024-184900.jpg

The Top ten Top Models

20131024-184954.jpg

Miss France’s one of the ten finalist.

20131024-185044.jpg

Location. : The Westin Resort, Nusa Dua.
Accessories by : Le Ciel.

You can see articles about us and the three contestants on these links:

http://missworld.okezone.com/participant/34http://lifestyle.okezone.com/read/2013/09/24/29/871287/redirect

http://w.centroone.com/index.php/photo/2013/10/1y-2/duet-manis-nancy-and-warren/printpage

http://mobile.royalgazette.com/article/20130925/NEWS/130929830

http://female.kompas.com/read/2013/09/04/0754296/Partisipasi.48.Desainer.Indonesia.Di.Ajang.Miss.World.2013

Interviewed as one of the fashion designers for Miss World 2013 contestants.

This year, Nancy & Warren Couture  gets the chance to dress three of the Miss World 2013 contestants. Today me with one of my assistants fly to Bali for dress fitting. We are so happy that everything went well. Not to mention Warren was so nervous last night she couldn’t sleep. Hahaha. It’s really by God’s grace, they fit them almost perfect. There ‘re only minor alterations for the length and the girls love the dress.
After the fitting, I was called to be interviewed to explain how we’re inspired when we created these dresses. Too bad my beloved partner’s not around. It must have been more fun if we can do it together.

image

image

image

image

The hotel, Bali Nirwana Resort ‘s so beautiful but I didn’t have the chance yo take pictures because I was so focused with the job. I forgot it was this nice when I stayed there long time ago. You should go there and enjoy the view.

Baby shower

Throwing baby showers here are becoming a popular practice. There were no such thing when I gave birth to my two boys. So I never had any of these:) Indeed, this was my second time attending baby shower party. This time is my beloved friend, Sally’s baby shower. It was a total surprised for her. She had no idea, she thought Evelyn needed her companion to get some stuffs from Lenmarc:)
Place: Toast Jam ( Lenmarc- Surabaya), decoration: Birthday2

20121209-162454.jpg

20121209-162733.jpg

20121209-162829.jpg
This is when she was so surprised watching all the girls already were waiting in front of the lift.

20121209-162940.jpg

20121209-163052.jpg

20121209-172657.jpg

20121209-172741.jpg

20121209-172821.jpg

20121209-173037.jpg

20121209-173126.jpg

20121209-173228.jpg

20121209-173419.jpg
This restaurant served typical Singaporean food such as laksa noodle and nasi lemak with teh tarik.

20121209-173459.jpg

20121209-173620.jpg

Me in plaid

I forgot that I was supposed to post this first before “D’ Sumatra” So this is my last post with long hair for real. Hahahaha.
My dear friend Vonny one more time did a great event but this time was for couples, not only for women like the one in “Brain Beauty Behavior”

The speaker, Ps. Jeffrey Rachmat from Jakarta talked about how important it is to make a get-away routines with our spouse. We have to separate between family holiday and our dating times as couples. That’s so true considering we’re often absorbed by our hectic schedules with our business or our kids. Even worse, I found some of them let their kids sleeping in the same room with the parents which obviously influence the romanticism between husband and wife.
So, let’s keep our romance with our spouse to keep it in harmony. It’s always better to give than to receive. That’s my personal motto in any kind of relationship. If we practice that, I’ m sure we’re gonna better person, more humble, more lovable and happier in our relationship. God bless you all.

One more thing, you can ask me anything if you have questions, I’ll be happy to share my experiences in relationship and trying my best to help and pray for you. My email is: nancychiangnw@gmail.com

20121214-194945.jpg

20121214-195024.jpg

Warren and me were wearing our own collections. Vonny was wearing her Biyan white chiffon dress. She looks so radiant, doesn’t she?

20121214-195205.jpg
I was wearing my very very comfortable high-heeled booties from ASOS.

20121214-195236.jpg

The Festival Women of God

Time flies since I had the big event for women ministry last year that once rocked my world and pushed me forward to have a bigger faith. This time, the WBI Diaspora Sejahtera in Malang continue what we did last year. You can click here to see this last year event.

Waktu serasa berjalan cepat mengingat acara besar ibadah wanita tahun lalu yamg sempat menggoncangkan hidup saya dan memaksa saya untuk mencapai iman yang lebih besar. Kali ini, WBI Diaspora Sejahtera yang di Malang melanjutkan apa yang kita adakan tahun lalu. Klik di sini untuk melihat acara tahun lalu.

20120917-210146.jpg
20120917-205048.jpg

They invited two speaker who spoke in our event last year, Feba Affan and Sally Paduli. I always adore them of being powerful women with huge faith. They have experienced abundant miracles with Jesus. You can read Feba’s great testimony later on the bottom of this post.

Mereka mengundang dua pembicara yang kita undang di acara kita tahun lalu, ibu Feba Affan dan ibu Sally Paduli. Saya selau mengagumi mereka karena iman mereka yang raksasa. Mereka sudah mengalami banyak sekali mujizat-mujizat bersama Yesus. Kesaksian ibu Feba bisa di baca di bagian bawah blog ini.

20120917-205233.jpg

Mrs. Sally Paduli’s sermon based on the book of Psalm 31 which talk about how to be a good women in God’s eyes, how to be productive at home and earn a living, being able to help the husbands, and being good mothers for the children. For example, she brought a sample of a handmade prayer shawl and a handmade knitted cape. She was talking about how some women in other countries doing home industries by making varieties of hand-made crafts. Not only they can bless their families through love and prayers but also through their incomes.

Kotbah ibu Sally Paduli diambil dari Mazmur 31 yang berbicara tentang bagaimana menjadi wanita yang baik di mata Tuhan, bagaimana untuk produktif di rumah dan mendapat penghasilan, menjadi penolong bagi suami, dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Sebagai contoh beliau juga membawa syal untuk berdoa dan syal rajutan hasil kerjaan tangan. Beliau menceritakan bahwa di luar negeri ada wanita-wanita yang mengerjakan home industri dengan membuat bermacam-macam hasil pekerjaan tangan. Mereka tidak saja memberkati keluarganya dengan kasih dan doa tapi juga memberkati dengan penghasilan mereka.

20120917-205354.jpg
D

20120917-205841.jpg

20120917-205950.jpg

20120917-210226.jpg 

Pemulihan Lewat Anakku Fiba Affan

JAWABAN.com – Berawal dari mengamati seorang kakak yang suka sekali nge-break (berkomunikasi lewat radio), Feba yang saat itu sedang tumbuh remaja, mencoba mengikuti hobi kakaknya itu. Dia tertarik dan mulai nge-break. Awalnya hanya 1 atau 2 jam, tapi lama-kelamaan Feba ketagihan. Dari kebiasaan nge-break, berlanjut ke kopi darat dengan mengadakan pertemuan di berbagai tempat, di Puncak dan di Ancol. Hampir seluruh waktunya dia habiskan hanya untuk hobinya yang baru itu.

Buat saya ini adalah suatu hal yang baru, saya merasakan keenakan. Sampai akhirnya saya mulai bolos sekolah, bahkan saya bisa mendekam di kamar selama 3 atau 4 hari. Lebih banyak waktu untuk kopi darat. Waktu itu saya sudah mulai tertarik dengan laki-laki, sampai suatu ketika saya mulai hancur… Saya mulai pacaran dengan seorang pemuda, saya mulai mencintai dia lebih dari segalanya, lebih dari sekolah saya, lebih daripada keluarga saya. Sampai akhirnya saya lupa daratan, saya tidak mengerti apa akibat dari semua yang saya lakukan, pada waktu SMA saya sudah hamil.

Karena takut, Feba melarikan diri dari keluarga dan sembunyi berbulan-bulan lamanya. Ketika Feba menceritakan kepada ibunya, dia disembunyikan di Lampung.

Nova (Kakak Feba): Setelah itu mama juga agak susah untuk mengontrol Feba. Akhirnya mama memindahkan Feba ke London, dengan rencana agar kandungan Feba diaborsi.

Waktu saya di London, saya blank dan benar-benar tidak tahu harus berpikir bagaimana. Saya bilang pada keluarga saya bahwa saya tidak mau aborsi. Mereka menantang apakah saya mau mengambil resiko, saya katakan saya mau ambil resiko. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan setelah anak itu lahir, yang jelas saya tidak mau melakukan aborsi. Saya tahu kekesalan keluarga saya karena keputusan saya tidak sejalan dengan mereka. Akhirnya saya ditinggalkan begitu saja… Saya harus jalan 10 km tiap kali ke dokter, saya harus urus semuanya sendiri, dan itu semua saya jalani. Tiap hari, saya tidak tahu harus lari kemana. Tapi saya mendapat perintah dari keluarga, begitu anak saya lahir, saya harus meninggalkan anak itu di rumah sakit. Akhirnya saya hanya bisa diam… Saya setuju meninggalkan anak saya dengan satu syarat, saya mau anak saya diasuh oleh keluarga Kristen.

Saya menandatangani surat adopsi dari Adoption Church dengan satu syarat, ketika saya melahirkan anak saya, saya tidak boleh melihat, sekedar menengok, apalagi menggendongnya. Sampai setelah saya melahirkan, saya pergi ke ruang bayi. Saya bilang ke suster saya mau melihat anak saya. Selama 5 hari saya menggendong anak saya walaupun itu saya lakukan dengan diam-diam. Setelah 5 hari saya tinggalkan anak saya dengan hati hancur… Ya memang itu resikonya karena saya gendong, dan itu yang membuat saya selalu merasa tertuduh…

Setelah keluar dari rumah sakit, Feba memang hidup hanya untuk makan dan tidak pernah berpikir untuk masa depan. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Feba bekerja sebagai waitress dan baby sitter. Selama di Eropa, kehidupan Feba semakin hancur. Dia hidup dalam pesta pora, kumpul kebo dengan beberapa pria, semua jenis dosa anak muda sudah pernah dia lakukan. Hidupnya benar-benar jauh dari Tuhan, karena dia merasa sudah tidak layak lagi menjadi anakNya.

Tahun 1987, Feba kembali ke Indonesia. Tidak ada yang tahu kalau dia hamil dan melahirkan anak di luar nikah di Eropa. Sejak itu Feba selalu dihantui rasa bersalah. Feba kian terobang-ambing. Pada tahun 1998 dia berjumpa dengan suaminya dan menikah, setelah Feba menceritakan latar belakang hidupnya kepada suaminya.

Tahun 2000, ketika saya sudah mulai mempunyai uang lebih, saya bilang “Tuhan, saya ingin mencari anak saya…”. Saya pergi kembali ke Adoption Church tapi ternyata sudah tutup. Saya pergi ke rumah sakit, mereka minta file padahal saya tidak punya file, karena file itu disimpan oleh keluarga saya. Saya usul untuk mengambil copy file saja, tapi dokternya sudah meninggal. Saat itu saya merasa seperti buta dan gelap. Saya merasa sudah tidak mungkin bertemu dengan anak saya. Selama tiga tahun, setiap kali ada uang lebih saya pergi ke sana. Bahkan saya pernah pergi ke Victoria Street saya ketuk semua pintu rumah, karena saya ingat di tempat itulah saya buat perjanjian untuk anak saya. Saya juga minta tolong teman saya untuk cari di internet, tapi tidak ada.

Henry Affan (suami Feba): Saya juga melihat bagaimana kegigihan Feba pada saat dia mencari keberadaan anaknya. Dia bilang pokoknya dia harus ketemu dengan anaknya. Setiap kali berdoa selalu keinginan itu yang dia sampaikan.

Pada tahun 2003, bulan Juni, kerinduan saya dijawab oleh Tuhan Yesus. Rupanya anak itu dan keluarganya, sejak anak itu berumur 5 tahun. Mereka mencari saya, tapi mereka tidak menemukan saya. Sampai mereka menyewa detektif untuk mencari saya.

Henry Affan (suami Feba): Yang tidak pernah kita duga dan tidak pernah kita pikirkan saat itu, ada orang Indonesia yang tinggal di London yang mempunyai hubungan dengan keluarga itu, yang ternyata juga sedang mencari Feba.

Setelah itu saya pergi ke London dan saya berjumpa dengan anak saya. Saat pertama kali ketemu, merupakan suatu hal yang sanagt luar biasa bagi saya. Pertemuan kami diatur oleh pengacara, kami hanya diberi waktu setengah jam. Waktu ketemu saya juga tidak boleh memberitahukan alamat saya. Namun apa yang luar biasa bagi saya saat itu… Sebelum pertemuan saya bilang pada Tuhan bahwa saya sudah siap jika nanti anak saya meludahi dan memaki saya, saya sudah siap… karena saya memang seorang ibu yang tidak bertanggung jawab. Tapi ketika dia berjumpa dengan saya, tidak ada rasa benci, tidak ada rasa kesal, bahkan dia memeluk saya dan berkata, “Terimakasih Feba, apa yang kamu lakukan buat saya bagus, karena kalau kamu pertahankan saya, mungkin saya akan mati, karena saya tahu alasan kenapa kamu buang saya.” Itu kalau bukan karena mukjijat Tuhan tidak mungkin… Yang seharusnya mungkin kalau saya jadi anak saya, saya akan benci orang yang sudah membuang saya, tapi dia beda.. Itu semua karena Tuhan sudah pulihkan hidup saya…(fis)http://www.gki-samanhudi.or.id/content/IncNewsDetail_kesaksian.asp?NewsID=4