Monthly archives "December 2011"

This Too Will Past ( Yang inipun akan berlalu)

Pada suatu hari,seorang Bijak meminta seorang tukang emas yg tua renta membuatkan cincin bertuliskan,”Tuliskan kesimpulan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu agar menjadi pelajaran bagi hidup saya”.

One day, there was an old wise man asked a goldsmith to make gold ring engraved the words about the conclusion from every journey of his life and become a good lesson for him.

Berbulan-bulan si tukang emas ini merenungkan kalimat apa yang pantas untuk diukir di cincin emas ini. Akhirnya, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang Bijak.

For months, the goldsmith was thinking and thinking what he could engrave on that gold ring. Finally the goldsmith found the right words and gave it to the wise man.

Dengan tersenyum, sang Bijak membaca tulisan di cincin itu, “THIS TOO, WILL PASS” (DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU”).

With the smile on his face, the wise man read the words on his ring,”THIS TOO, WILL PASS”.

Awalnya sang Bijak tidak terlalu paham dengan tulisan itu. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu “DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU” lalu ia pun menjadi lebih tenang

In the begining, the wise men did not really understand. But one day when he was going through a difficult time, he read those words on the ring, “THIS TOO, WILL PASS”,then he became calm.

Dan tatkala ia sedang dalam keadaan senang, secara tak sengaja ia membaca tulisan di cincin itu “DAN YANG INI PUN AKAN BERLALU”, lantas ia menjadi rendah hati kembali.

While he was happy, he read the words,”THIS TOO, WILL PASS”. Then he humbled himself.

Ketika kita sedang hadapi masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat “DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU”

When we are facing big problems or even when we are too happy, we have to remember these words, “THIS TOO, WILL PASS”

Tidak ada satu pun yg langgeng.
Jadi, ketika kita menghadapi masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih.
Tapi, tatkala kita lagi senang, nikmatilah!
Ingatlah, apapun yg kamu hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

Nothing will remain the same forever. So when we are in big problems, we don’t have to be very sad. When we are happy, we just enjoy the moments. Remember! Whatever happen in our lives will past anyway.

Karena :
•tetap SEJUK di tempat yg panas..
•tetap MANIS di tempat yg pahit..
•tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi besar..
•tetap TENANG di tengah badai yg paling hebat.. &
THIS TOO WILL PASS!!!

Because:
•stay cool always.
•stay sweet and not bitter.
•stay humble even when you are big.
•stay calm even in the middle of the storm.

THIS TOO WILL PAST

Holy Matrimony

Finally, my beloved customer Sally ( whose bag and shoes was on my older post) got married. Yeeeey! Sally is my best friend (Ineke)’s daughter. I can’t believe she has a son in law already. Sally and Stephen had two events for her wedding. One is the Holy Matrimony at Bethany Church and lunch party at Shang Palace. The second one is in Bali, I’m going to show you in the next post.

These girls are the big flower girls while there are two other smaller flower girls. All the flower girl dresses are detailed with handmade chiffon corsages.

Here are the small flower girls. They are both Sally’s younger sisters.

 

Sally and her make up artist + hairdresser, Angela ( she was also in my older post)

The bridemaids are Sally’s best friends. They’re wearing full sequined bodice and tulle dresses. Sweet girls!

The mother of the groom and Stephen’s younger sister.

This pictures below are my close friends. We are all Ineke’s close friends. So, for us this party was such a joy where we can all meet each other since we are so busy with our own activities.

Wedding Dress & Flower Girl Dresses: Nancy&Warren; Couture.

Pink Flowy Floral

For some of you already know this is my sister in law also my partner,Warren. As usual she’s always more dressed up than me. This pictures were taken in Bali in the afternoon. The weather was hot, but she still managed to look buffed & pretty. I myself so lazy to dress up when the weather’s hot especially in the afternoon. You can see the way I dress up in my previous post of Bali trip.

Floral Dress: Nancy&Warren; Couture; Bag: Hermes; Shoes:Schutz.

Based on Black

This is the first time that Warren (my sister in law and also my partner in business) are going to a wedding party without husbands. Her husband is not feeling well and mine still have a late business meeting. So both of us take Gwen, Warren youngest daughter with us which happens to be useful because she’s the one who takes a picture of us. Not bat huh, for a seven year old girl :)

Warren is wearing a maroon chiffon blouse with flower corsages as the ornament of the neckline. And, Kwanpen clutch which she put extra swarovsky crystal on the gold detail.

I’m wearing a long black pleated dress with a flower embroidery on the chest. I feel so comfortable wearing this because it’s loose fitting so I don’t have to sit straight inside the car and also I can eat a lot during the party. Hahahahah.

This is the back of my dress which I put layers of pleats as the design for the back.

Pay It Forward (Use Google translation for English version)

BUNDA PENOLONG ABADI
PAY IT FORWARD

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai :

Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si revor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD,MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD,SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis ke ci l yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis ke ci l begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis ke ci l : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis ke ci l yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: “PAY IT FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawa nanny a mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak ke ci l ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua p emi rsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka ci ta terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu) “

The Bible Says Love Is a Habit by Rick Warren

“If you love those who love you, what credit is that to you? Even sinners love those who love them.” (Luke 6:32 NIV)
If you only love on and off like a light switch, you do not love others like God wants you to love. Jesus said, “If you only love those who love you, what credit is that to you?” (Luke 6:32a NIV)

His point is this: All of us can love those who love us back. Becoming a master lover means you learn to love the unlovable – when you love people who don’t love you, when you love people who irritate you, when you love people who stab you in the back or gossip about you.

This may seem like an impossible task, and it is – that’s why we need God’s love in us, so we can then love others: “We know and rely on the love God has for us” (1 John 4:16a NIV).

When you realize how much God loves you – with an extravagant, irresistible, unconditional love – then his love will change your entire focus on life. If we don’t receive God’s love for us, we’ll have a hard time loving other people. I’m talking about loving people who are unlovely, difficult, irritable, and those who are different or demanding.

You can’t do that until you have God’s love coming through you. You need to know God’s love so it can overflow out of your life into others.

 

Me and the Mini Dress

I rarely wear a very short skirt. This time I dare myself to wear one even I’m not too confident with my thigh. Since the top part is a little bit loud, I thought people will focus on the top and not on the bottom. The funny things is my eldest son said,“ Mom, don’t wear a mini skirt, your thighs look big.” The little one said,“ You’re talking foolish. That’s not true.” And I asked him,“ So Jacq, which one looks better on me, short one or long one?” It took him a while to answer me. Then he said,“ Both!” I guess maybe he also thinks that long one is better, but he’s the type of person who doesn’t like to hurt other people’s feeling. He’s like his dad, he knows exactly what women like to hear. Hahahahah

Hand made flower dress: Nancy Warren Couture